Jumat, 14 September 2007

Grup Musik LETTO



LETTO adalah tanpa arti. Itulah pengertian nama band asal Kota Gudeg Yogyakarta.
Meski tak terdefinisi tapi Letto ingin memberikan arti di blantika musik Indonesia. "Letto itu berarti tanpa arti. Kita juga enggak tahu arti letto," jelas Noe.

Grup band yang berdiri April 2004 tersebut melambung setelah album pertama mereka yang bertitel truth, cry and lie meledak di pasaran lewat hitsnya sampai nanti sampai mati. l.

Cita-cita Letto tersebut bukan sekadar isapan jempol. Keseriusan Noe dkk menembus pasar internasional sudah terlihat sejak peluncuran album pertama Letto. Di album tersebut selain menyanyikan lagu berlirik bahasa Indonesia juga ada beberapa yang berbahasa Inggris, yakni U and I, Truth, Cry and Lie dan No One Talk About Love Tonight.

"Ya, kelemahan band Indonesia untuk go international kan bahasa. Karena itu, kami coba untuk menciptakan lagu berbahasa inggris, siapa tahu ada orang barat yang dengar dan langsung menjual Letto ke pasar internasional," kata Noe. Ia juga menambahkan bahwa, di album kedua mereka yang akan diluncurkan tahun depan, masih akan dihiasi dengan lagu-lagu berbahasa Inggris.

Arema Bantai Deltras



Arema Malang bermain dengan Deltras Sidoarjo, Minggu sore, di Stadion Kanjuruhan, Malang. Arema yang bermain tanpa Ponaryo Astaman, tetap tampil penuh semangat dalam menaklukan tim satu provinsinya. Sementara itu, Aremania juga turut andil dengan memberikan semangat bagi tim kesayangan mereka, hingga Arema berhasil memetik kemenangan 3-0.

Arema memang telah berusaha cukup keras pada 30 menit awal, namun usaha mereka selalu kandas dan tidak berhasil merobek gawang Deltras. Lewat permainan dari Patrico Morales, Tarik El-Jannaby, Elie Aiboy dan Emile Mbamba, Arema berusaha terus menggedor pertahanan Deltras, dan terjadilah kesalahan fatal.

Pada saat Emile Mbamba menggiring bola, ia dijatuhkan bek Deltras, M. Khusen. Langsung saja wasit Jimmy Napitupulu menunjuk titik putih. Dan pada menit ke 35 itu, Mbamba sendiri dapat menyelesaikannya dengan baik. Ini merupakan gol pertamanya buat Arema yang kontan saja disambut sorakan gembira pendukung fanatik Singo Edan.

Pertandingan kemudian berlangsung cukup menegangkan. Permainan kedua tim yang berlaga makin memanas. Wasit Jimmy berulangkali mengeluarkan kartu kuning. Babak pertama berakhir tanpa tambahan gol, 1-0 untuk Arema.

Pada babak kedua, Arema bermain makin mantap. Menguasai lapangan hijau, selang dua menit pertandingan dilanjutkan, kiper Deltras, Sumardi, kembali kecolongan. Berawal dari tendangan pojok, Tarik El-Jannaby melambungkan si kulit bundar ke depan gawang. Umpan disambut dengan manis oleh Suroso lewat tendangannya, yang dengan jitu menambah kemenangan Arema, 2-0.

Di menit ke 72 Arema menutup perolehan golnya lewat tendangan Mbamba, menyambut umpan lambung Patrico Morales. Hingga peluit panjang ditiup, tim Deltras tidak berhasil membalas satu golpun. Akhirnya, pertandingan berakhir 3-0 untuk kemenangan Arema.

Kemenangan petang hari itu membuat Arema mengumpulkan 36 poin dari 23 pertandingan dan naik dua tingkat ke urutan delapan. Sementara Deltras dengan nilai 39 untuk sementara masih bertahan di posisi empat besar Wilayah Dua (Timur).

Sementara itu, Persik Kediri yang bermain kurang meyakinkan berhasil mengalahkan Semen Padang, 2-1, di Stadion Brawijaya, Kediri. Poin sempurna membuat koleksi poin Persik menjadi 42 poin. Kemenangan itu juga membawa tim Macan Putih menduduki peringkat kelima di klasemen sementara Wilayah Barat.

Persija Jakarta yang selama ini bermain kurang memuaskan pada empat laga sebelumnya, berhasil mengalahkan tuan rumah Persema Malang di Stadion Gajayana dengan skor tipis 1-0. Dengan demikian, Persija berhasil mengumpulkan 47 poin dari 26 kali pertandingan yang telah dilaluinya.