Selasa, 28 Agustus 2007

Top Ten Spooky Sites

1.Rumah Pondok Indah





• Lokasi: Jln. Metro Pondok Indah, Jak-Sel
• Fenomena: penampakan hantu bapak-bapak dan perempuan.
• Sejarah: Masih ingat ramainya pembicaraan di akhir September 2002 tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong ini? Kejadian ini jadi menghebohkan karena di depan rumah tersebut hanya tertinggal gerobak nasi gorengnya. Konon katanya, malam sebelum hilang, tukang nasi goreng tersebut hendak mengantar nasi goreng yang dipesan oleh seorang perempuan ke dalam rumah. Namun, ia tak pernah keluar lagi. Mengenai sejarah rumah itu, konon seisi keluarga pemilik rumah ini tewas dalam peristiwa perampokan bermotif persaingan bisnis. Sejak itu, banyak orang yang lewat kerap melihat jelmaan hantu seperti hantu bapak-bapak dan hantu perempuan. Namun, akhir-akhir ini sudah tidak banyak kejadian horor yang dilaporkan terjadi di rumah ini. Bahkan beberapa waktu lalu, rumah ini sempat dijadikan tempat bermalam para tunawisma.
• Testimonial: Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto di sekitar Pondok Indah, mengaku pernah melihat hantu yang menyerupai bapak-bapak hilir-mudik di halaman depan rumah ini.

2.Taman Kota Langsat,Mayestik


• Lokasi: Di belakang pasar burung Barito, Jak-Sel
• Fenomena: Kuntilanak dan genderuwo
• Sejarah: Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri. Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini. Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari. Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak di pohon-pohon di taman Langsat.
• Testimonial: Kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat, yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena mengaku melihat genderuwo. Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya.

3.Rumah Kentang Prapanca

• Lokasi: Jln. Dharmawangsa 9, Jak-Sel, persis di sebelah salah satu club terkemuka di daerah ini.
• Fenomena: Hantu anak kecil
• Sejarah: Konon, di rumah ini ada seorang anak kecil yang terjatuh ke dalam kuali yang sedang digunakan untuk merebus kentang. Apabila Anda sedang ‘mujur’ dan lewat di depan rumahnya, Anda dapat mencium aroma kentang rebus dan mendengar suara anak kecil menangis.
• Testimonial: Agip (24) sudah menjaga kios rokok di depan rumah ini sejak tahun 1997. Agip mengaku sering mencium aroma kentang rebus, terutama menjelang malam, meskipun rumah kosong ini sempat ramai karena disewa oleh ekspatriat.


4.lintasan Kereta Api Bintaro

• Lokasi: Bintaro, Jakarta Selatan
• Fenomena: Makhluk menyeramkan korban tabrakan kereta
• Sejarah: Pada 19 Oktober 1987, terjadi kecelakaan kereta yang menewaskan ratusan orang di dekat Stasiun Sudimara, Bintaro. Di lintasannya sendiri juga sudah berulang kali terjadi kecelakaan yang memakan korban nyawa. Konon, lintasan ini dianggap angker karena sering terdengar suara orang menangis dan menjerit.
• Testimonial: Imam (31), teknisi rel yang bekerja sejak tahun 1996. Ia pernah melihat makhluk yang wujudnya seperti orang berbalut sarung hitam. Meski kereta sudah bolak-balik lewat melindasnya, makhluk ini tak mau pergi seperti sengaja meledek. Akhirnya di rel tersebut, diadakan pemotongan kerbau. Ia juga pernah bertemu makhluk serupa perempuan Belanda di zaman kolonial, dan kuntilanak melintas di rel.


5. Jembatan Ancol

• Lokasi: Jembatan Ancol (eks jembatan goyang), Pantai Ancol, dan daerah lain sekitar Ancol, Jak-Ut
• Fenomena: Siti Ariah Si Manis Jembatan Ancol (populer dengan sebutan Maryam setelah kisahnya diangkat ke layar kaca)
• Sejarah: Pada 1995, seorang pelukis di Ancol didatangi seorang perempuan yang meminta dilukis. Ketika pelukis baru menggambar setengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang. Warga percaya bahwa perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Mitos ini sudah dimulai puluhan tahun sebelumnya. Di tahun 60-an ketika daerah Ancol masih berupa empang-empang, seorang pendayung perahu pernah bertemu dengan Si Manis. Perempuan itu naik perahu malam-malam dan membayar pendayung tersebut dengan daun. Keterangan ini didapat dari Kostan Simatupang (65), seorang fotografer keliling di Ancol, teman dari pendayung perahu tadi.
• Testimonial: Anshori (38), penjual rokok di dekat pintu keluar Ancol, mengaku pernah melihat Siti Ariah dari dekat. Ia membuka pertama kali kios rokoknya di sini pada 1990, tepatnya di samping jembatan goyang. Saat itu malam Jumat, Anshori sedang menunggui kiosnya, agak gerimis. Sekitar pukul 1 pagi, lewat seorang perempuan. Ketika sudah agak jauh, perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranya calon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu kira-kira 50 cm. Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis, serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang. Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Semenjak kejadian itu, Anshori merasa dagangannya kian laku dan rejekinya semakin lancar.

Mau tahu sisa nya? jangan lupa cari AREA edisi yang paling mengerikan ini!!!!

Senin, 27 Agustus 2007

H.M. NOER GANDENG AKADEMISI DAN PEMDA UNTUK BANGUN MADURA LEWAT PENDIDIKAN

Mantan Gubernur Provinsi Jawa Timur yang juga dikenal sebagai sesepuh masyarakat Jawa Timur yang asli Madura, H. Muhammad Noer menekankan pentingnya pembangunan Jembatan Surabaya – Madura (Suramadu) yang sudah diimpikannya 50 tahun lalu. Menurutnya, fungsi pembangunan Jembatan Suramadu ada dua, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura serta untuk pembangunan Madura itu sendiri. Untuk menuju kesana, perlu adanya keterlibatan masyarakat Madura itu sendiri untuk turut serta sebagai perilaku aktif pembangunan. Dan pendidikan adalah hal dasar dan utama untuk menjadikan sumber daya manusia (SDM) bisa berperan dalam pembangunan.

Demikian prakata HM. Noer dalam sambutannya ketika diterima Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo di ruang rapat Kertanegara Kantor Gubernur Pemprov Jatim di jl Pahlawan Surabaya – Selasa (6/1). HM. Noer yang datang bersama timnya yang terdiri dari para akademisi, memberi gambaran awal, bahwa jika pembangunan Madura pasca pembangunan Jembatan Suramadu tanpa melibatkan masyarakat Madura, akan terjadi kesenjangan sosial yang berakibat fatal bagi keamanan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap Kamtibmas di Madura. “Saya berharap nantinya masyarakat Madura tidak hanya menjadi kuli atau buruh kasar saja, melainkan turut serta dalam pembangunan seutuhnya Madura. Untuk itu saat ini saya mempunyai gagasan yang segera direalisasikan pada awal tahun ini, adanya bea siswa bagi pelajar Madura untuk meneruskan pendidikannya pada sekolah kejuruan setingkat diploma pada Perguruan Tinggi yang telah kami ajak kerjasama,” tutur HM. Noer bersemangat.

Kerjasa pertama sudah mulai disepakati dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) pada jenjang pendidikan teknik sipil, yang dianggap paling mendesak untuk secepatnya merealisasikan SDM Madura untuk turut serta andil dalam pembangunan Jembatan Suramadu. “Program ini adalah murni untuk memajukan Madura. Bukan karena saya orang Madura. Tapi demi NKRI dan kemakmuran serta pembangunan Madura dan umumnya Jatim. Tidak satu sen pun saya manfaatkan dari proyek ini. Mudah mudahan dana awal yang kami keluarkan dari yayasan kami dan kerjasama pertama dengan ITS, bisa dikembangkan dan ditindaklanjuti secara positip oleh Pemda, baik Pemprov maupun Pemkab dan bantuan dari pihak akademisi,” tegas HM. Noer yang diikuti aplaus hadirin.
a pembangunan Jembatan Suramadu tanpa melibatkan masyarakat Madura, akan teribatkan masyarakat Madura, akan terjadi kesenjangan sosial yang berakibat fatal bagi keamanan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap Kamtibmas di Madura. “Saya berharap nantinya masyarakat Madura tidak hanya menjadi kuli atau buruh kasar saja, melainkan turut serta dalam pembangunan seutuhnya Madura. Untuk itu saat ini saya mempunyai gagasan yang segera direalisasikan pada awal tahun ini, adanya bea siswa bagi pelajar Madura untuk meneruskan pendidikannya pada sekolah kejuruan setingkat diploma pada Perguruan Tinggi yang telah kami ajak kerjasama,” tutur HM. Noer bersemangat.

Kerjasa pertama sudah mulai disepakati dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) pada jenjang pendidikan teknik sipil, yang dianggap paling mendesak untuk secepatnya merealisasikan SDM Madura untuk turut serta andil dalam pembangunan Jembatan Suramadu. “Program ini adalah murni untuk memajukan Madura. Bukan karena saya orang Madura. Tapi demi NKRI dan kemakmuran serta pembangunan Madura dan umumnya Jatim. Tidak satu sen pun saya manfaatkan dari proyek ini. Mudah mudahan dana awal yang kami keluarkan dari yayasan kami dan kerjasama pertama dengan ITS, bisa dikembangkan dan ditindaklanjuti secara positip oleh Pemda, baik Pemprov maupun Pemkab dan bantuan dari pihak akademisi,” tegas HM. Noer yang diikuti aplaus hadirin.
a pembangunan Jembatan Suramadu tanpa melibatkan masyarakat Madura, akan terjadi kesenjangan sosial yang berakibat fatal bagi keamanan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap Kamtibmas di Madura. “Saya berharap nantinya masyarakat Madura tidak hanya menjadi kuli atau buruh kasar saja, melainkan turut serta dalam pembangunan seutuhnya Madura. Untuk itu saat ini saya mempunyai gagasan yang segera direalisasikan pada awal tahun ini, adanya bea siswa bagi pelajar Madura untuk meneruskan pendidikannya pada sekolah kejuruan setingkat diploma pada Perguruan Tinggi yang telah kami ajak kerjasama,” tutur HM. Noer bersemangat.

Kerjasa pertama sudah mulai disepakati dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) pada jenjang pendidikan teknik sipil, yang dianggap paling mendesak untuk secepatnya merealisasikan SDM Madura untuk turut serta andil dalam pembangunan Jembatan Suramadu. “Program ini adalah murni untuk memajukan Madura. Bukan karena saya orang Madura. Tapi demi NKRI dan kemakmuran serta pembangunan Madura dan umumnya Jatim. Tidak satu sen pun saya manfaatkan dari proyek ini. Mudah mudahan dana awal yang kami keluarkan dari yayasan kami dan kerjasama pertama dengan ITS, bisa dikembangkan dan ditindaklanjuti secara positip oleh Pemda, baik Pemprov maupun Pemkab dan bantuan dari pihak akademisi,” tegas HM. Noer yang diikuti aplaus hadirin.

Sementara ini baru 30 mahasiswa yang menerima bea siswa untuk mengikuti program ini, yang dijaring dari pajadi kesenjangan sosial yang berakibat fatal bagi keamanan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap Kamtibmas di Madura. “Saya berharap nantinya masyarakat Madura tidak hanya menjadi kuli atau buruh kasar saja, melainkan turut serta dalam pembangunan seutuhnya Madura. Untuk itu saat ini saya mempunyai gagasan yang segera direalisasikan pada awal tahun ini, adanya bea siswa bagi pelajar Madura untuk meneruskan pendidikannya pada sekolah kejuruan setingkat diploma pada Perguruan Tinggi yang telah kami ajak kerjasama,” tutur HM. Noer bersemangat.

Kerjasa pertama sudah mulai disepakati dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) pada jenjang pendidikan teknik sipil, yang dianggap paling mendesak untuk secepatnya merealisasikan SDM Madura untuk turut serta andil dalam pembangunan Jembatan Suramadu. “Program ini adalah murni untuk memajukan Madura. Bukan karena saya orang Madura. Tapi demi NKRI dan kemakmuran serta pembangunan Madura dan umumnya Jatim. Tidak satu sen pun saya manfaatkan dari proyek ini. Mudah mudahan dana awal yang kami keluarkan dari yayasan kami dan kerjasama pertama dengan ITS, bisa dikembangkan dan ditindaklanjuti secara positip oleh Pemda, baik Pemprov maupun Pemkab dan bantuan dari pihak akademisi,” tegas HM. Noer yang diikuti aplaus hadirin.

Sementara ini baru 30 mahasiswa yang menerima bea siswa untuk mengikuti program ini, yang dijaring dari para lulusan SMU di Madura. Mereka siap untuk mengikuti program pendidikan di ITS. Pada waktu seterusnya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Jember dan Universitas Trunojoyo Bangkalan akan membuka program khusus ini guna memenuhi standar SDM Madura yang siap untuk mengisi pembangunan di Madura. Program pendidikannya meliputi antara lain teknik sipil, pertanian, peternakan dan periakanan.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo menyambut positip gagasan yang disampaikan HM. Noer dan timnya dan akan langsung ditindaklanjuti. Untuk itu Gubernur meminta seluruh tim yang hadir yaitu para akademisi yang terdiri dari para rektor, peneliti dan para pakar, untuk memberikan masukan dalam rangka pembangunan Madura pasca Jembatan Suramadu lewat program pendidikan kejuruan.

Dalam pesan dan sarannya, HM. Noer menekankan kepada Pemprov Jawa Timur untuk senantiasa memperhatikan para ulama dalam kajian bagaimana membangun Madura seutuhnya. Sedangkan Rektor ITS Moehammad Nur mengusulkan pentingnya juga di pesantren pesantren untuk meningkatkan ketrampilan secara praktisi tentang perikanan, pertanian, peternakan ataupun pertukangan. Pada kesempatan ini, wakil Bupati Bangkalan Ir H. Mahdol mengusulkan untuk dibangunnya pasar induk guna memasark

Sementara ini baru 30 mahasiswa yang menerima bea siswa untuk mengikuti program ini, yang dijaring darira lulusan SMU di Madura. Mereka siap untuk mengikuti program pendidikan di ITS. Pada waktu seterusnya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Jember dan Universitas Trunojoyo Bangkalan akan membuka program khusus ini guna memenuhi standar SDM Madura yang siap untuk mengisi pembangunan di Madura. Program pendidikannya meliputi antara lain teknik sipil, pertanian, peternakan dan periakanan.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo menyambut positip gagasan yang disampaikan HM. Noer dan timnya dan akan langsung ditindaklanjuti. Untuk itu Gubernur meminta seluruh tim yang hadir yaitu para akademisi yang terdiri dari para rektor, peneliti dan para pakar, untuk memberikan masukan dalam rangka pembangunan Madura pasca Jembatan Suramadu lewat program pendidikan kejuruan.

Dalam pesan dan sarannya, HM. Noer menekankan kepada Pemprov Jawa Timur untuk senantiasa memperhatikan para ulama dalam kajian bagaimana membangun Madura seutuhnya. Sedangkan Rektor ITS Moehammad Nur mengusulkan pentingnya juga di pesantren pesantren untuk meningkatkan ketrampilan secara praktisi tentang perikanan, pertanian, peternakan ataupun pertukangan. Pada kesempatan ini, wakil Bupati Bangkalan Ir H. Mahdol mengusulkan untuk dibangunnya pasar induk guna memasark

Sementara ini baru 30 mahasiswa yang menerima bea siswa untuk mengikuti program ini, yang dijaring dari para lulusan SMU di Madura. Mereka siap untuk mengikuti program pendidikan di ITS. Pada waktu seterusnya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Jember dan Universitas Trunojoyo Bangkalan akan membuka program khusus ini guna memenuhi standar SDM Madura yang siap untuk mengisi pembangunan di Madura. Program pendidikannya meliputi antara lain teknik sipil, pertanian, peternakan dan periakanan.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo menyambut positip gagasan yang disampaikan HM. Noer dan timnya dan akan langsung ditindaklanjuti. Untuk itu Gubernur meminta seluruh tim yang hadir yaitu para akademisi yang terdiri dari para rektor, peneliti dan para pakar, untuk memberikan masukan dalam rangka pembangunan Madura pasca Jembatan Suramadu lewat program pendidikan kejuruan.

Dalam pesan dan sarannya, HM. Noer menekankan kepada Pemprov Jawa Timur untuk senantiasa memperhatikan para ulama dalam kajian bagaimana membangun Madura seutuhnya. Sedangkan Rektor ITS Moehammad Nur mengusulkan pentingnya juga di pesantren pesantren untuk meningkatkan ketrampilan secara praktisi tentang perikanan, pertanian, peternakan ataupun pertukangan. Pada kesempatan ini, wakil Bupati Bangkalan Ir H. Mahdol mengusulkan untuk dibangunnya pasar induk guna memasarkan produk agrobisnis dan pasar induk ikan sewilayah Madura.

Hadir dalam pertemuan selama lebih dari satu para lulusan SMU di Madura. Mereka siap untuk mengikuti program pendidikan di ITS. Pada waktu seterusnya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Jember dan Universitas Trunojoyo Bangkalan akan membuka program khusus ini guna memenuhi standar SDM Madura yang siap untuk mengisi pembangunan di Madura. Program pendidikannya meliputi antara lain teknik sipil, pertanian, peternakan dan periakanan.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo menyambut positip gagasan yang disampaikan HM. Noer dan timnya dan akan langsung ditindaklanjuti. Untuk itu Gubernur meminta seluruh tim yang hadir yaitu para akademisi yang terdiri dari para rektor, peneliti dan para pakar, untuk memberikan masukan dalam rangka pembangunan Madura pasca Jembatan Suramadu lewat program pendidikan kejuruan.

Dalam pesan dan sarannya, HM. Noer menekankan kepada Pemprov Jawa Timur untuk senantiasa memperhatikan para ulama dalam kajian bagaimana membangun Madura seutuhnya. Sedangkan Rektor ITS Moehammad Nur mengusulkan pentingnya juga di pesantren pesantren untuk meningkatkan ketrampilan secara praktisi tentang perikanan, pertanian, peternakan ataupun pertukangan. Pada kesempatan ini, wakil Bupati Bangkalan Ir H. Mahdol mengusulkan untuk dibangunnya pasar induk guna memasarkan produk agrobisnis dan pasar induk ikan sewilayah Madura.

Hadir dalam pertemuan selama lebih dari satu setengah jam ini seperti Wagub Jatim Drs Soenaryo Msi, Sekwilda Pemprov Jatim- Soekarwo SH. M.Hum, Rektor ITS, Rektor Universitas Trunojoyo Bangkalan, Rektor Unibraw Malang, Bupati Pamekasan dan Tim Kajian Perencanaan Pembangunan Masyarakat Madura dari Universitas Negeri Jember. *(zein)