Mantan Gubernur Provinsi Jawa Timur yang juga dikenal sebagai sesepuh masyarakat Jawa Timur yang asli Madura, H. Muhammad Noer menekankan pentingnya pembangunan Jembatan Surabaya – Madura (Suramadu) yang sudah diimpikannya 50 tahun lalu. Menurutnya, fungsi pembangunan Jembatan Suramadu ada dua, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura serta untuk pembangunan Madura itu sendiri. Untuk menuju kesana, perlu adanya keterlibatan masyarakat Madura itu sendiri untuk turut serta sebagai perilaku aktif pembangunan. Dan pendidikan adalah hal dasar dan utama untuk menjadikan sumber daya manusia (SDM) bisa berperan dalam pembangunan.
Demikian prakata HM. Noer dalam sambutannya ketika diterima Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo di ruang rapat Kertanegara Kantor Gubernur Pemprov Jatim di jl Pahlawan Surabaya – Selasa (6/1). HM. Noer yang datang bersama timnya yang terdiri dari para akademisi, memberi gambaran awal, bahwa jika pembangunan Madura pasca pembangunan Jembatan Suramadu tanpa melibatkan masyarakat Madura, akan terjadi kesenjangan sosial yang berakibat fatal bagi keamanan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap Kamtibmas di Madura. “Saya berharap nantinya masyarakat Madura tidak hanya menjadi kuli atau buruh kasar saja, melainkan turut serta dalam pembangunan seutuhnya Madura. Untuk itu saat ini saya mempunyai gagasan yang segera direalisasikan pada awal tahun ini, adanya bea siswa bagi pelajar Madura untuk meneruskan pendidikannya pada sekolah kejuruan setingkat diploma pada Perguruan Tinggi yang telah kami ajak kerjasama,” tutur HM. Noer bersemangat.
Kerjasa pertama sudah mulai disepakati dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) pada jenjang pendidikan teknik sipil, yang dianggap paling mendesak untuk secepatnya merealisasikan SDM Madura untuk turut serta andil dalam pembangunan Jembatan Suramadu. “Program ini adalah murni untuk memajukan Madura. Bukan karena saya orang Madura. Tapi demi NKRI dan kemakmuran serta pembangunan Madura dan umumnya Jatim. Tidak satu sen pun saya manfaatkan dari proyek ini. Mudah mudahan dana awal yang kami keluarkan dari yayasan kami dan kerjasama pertama dengan ITS, bisa dikembangkan dan ditindaklanjuti secara positip oleh Pemda, baik Pemprov maupun Pemkab dan bantuan dari pihak akademisi,” tegas HM. Noer yang diikuti aplaus hadirin.
a pembangunan Jembatan Suramadu tanpa melibatkan masyarakat Madura, akan teribatkan masyarakat Madura, akan terjadi kesenjangan sosial yang berakibat fatal bagi keamanan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap Kamtibmas di Madura. “Saya berharap nantinya masyarakat Madura tidak hanya menjadi kuli atau buruh kasar saja, melainkan turut serta dalam pembangunan seutuhnya Madura. Untuk itu saat ini saya mempunyai gagasan yang segera direalisasikan pada awal tahun ini, adanya bea siswa bagi pelajar Madura untuk meneruskan pendidikannya pada sekolah kejuruan setingkat diploma pada Perguruan Tinggi yang telah kami ajak kerjasama,” tutur HM. Noer bersemangat.
Kerjasa pertama sudah mulai disepakati dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) pada jenjang pendidikan teknik sipil, yang dianggap paling mendesak untuk secepatnya merealisasikan SDM Madura untuk turut serta andil dalam pembangunan Jembatan Suramadu. “Program ini adalah murni untuk memajukan Madura. Bukan karena saya orang Madura. Tapi demi NKRI dan kemakmuran serta pembangunan Madura dan umumnya Jatim. Tidak satu sen pun saya manfaatkan dari proyek ini. Mudah mudahan dana awal yang kami keluarkan dari yayasan kami dan kerjasama pertama dengan ITS, bisa dikembangkan dan ditindaklanjuti secara positip oleh Pemda, baik Pemprov maupun Pemkab dan bantuan dari pihak akademisi,” tegas HM. Noer yang diikuti aplaus hadirin.
a pembangunan Jembatan Suramadu tanpa melibatkan masyarakat Madura, akan terjadi kesenjangan sosial yang berakibat fatal bagi keamanan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap Kamtibmas di Madura. “Saya berharap nantinya masyarakat Madura tidak hanya menjadi kuli atau buruh kasar saja, melainkan turut serta dalam pembangunan seutuhnya Madura. Untuk itu saat ini saya mempunyai gagasan yang segera direalisasikan pada awal tahun ini, adanya bea siswa bagi pelajar Madura untuk meneruskan pendidikannya pada sekolah kejuruan setingkat diploma pada Perguruan Tinggi yang telah kami ajak kerjasama,” tutur HM. Noer bersemangat.
Kerjasa pertama sudah mulai disepakati dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) pada jenjang pendidikan teknik sipil, yang dianggap paling mendesak untuk secepatnya merealisasikan SDM Madura untuk turut serta andil dalam pembangunan Jembatan Suramadu. “Program ini adalah murni untuk memajukan Madura. Bukan karena saya orang Madura. Tapi demi NKRI dan kemakmuran serta pembangunan Madura dan umumnya Jatim. Tidak satu sen pun saya manfaatkan dari proyek ini. Mudah mudahan dana awal yang kami keluarkan dari yayasan kami dan kerjasama pertama dengan ITS, bisa dikembangkan dan ditindaklanjuti secara positip oleh Pemda, baik Pemprov maupun Pemkab dan bantuan dari pihak akademisi,” tegas HM. Noer yang diikuti aplaus hadirin.
Sementara ini baru 30 mahasiswa yang menerima bea siswa untuk mengikuti program ini, yang dijaring dari pajadi kesenjangan sosial yang berakibat fatal bagi keamanan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap Kamtibmas di Madura. “Saya berharap nantinya masyarakat Madura tidak hanya menjadi kuli atau buruh kasar saja, melainkan turut serta dalam pembangunan seutuhnya Madura. Untuk itu saat ini saya mempunyai gagasan yang segera direalisasikan pada awal tahun ini, adanya bea siswa bagi pelajar Madura untuk meneruskan pendidikannya pada sekolah kejuruan setingkat diploma pada Perguruan Tinggi yang telah kami ajak kerjasama,” tutur HM. Noer bersemangat.
Kerjasa pertama sudah mulai disepakati dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) pada jenjang pendidikan teknik sipil, yang dianggap paling mendesak untuk secepatnya merealisasikan SDM Madura untuk turut serta andil dalam pembangunan Jembatan Suramadu. “Program ini adalah murni untuk memajukan Madura. Bukan karena saya orang Madura. Tapi demi NKRI dan kemakmuran serta pembangunan Madura dan umumnya Jatim. Tidak satu sen pun saya manfaatkan dari proyek ini. Mudah mudahan dana awal yang kami keluarkan dari yayasan kami dan kerjasama pertama dengan ITS, bisa dikembangkan dan ditindaklanjuti secara positip oleh Pemda, baik Pemprov maupun Pemkab dan bantuan dari pihak akademisi,” tegas HM. Noer yang diikuti aplaus hadirin.
Sementara ini baru 30 mahasiswa yang menerima bea siswa untuk mengikuti program ini, yang dijaring dari para lulusan SMU di Madura. Mereka siap untuk mengikuti program pendidikan di ITS. Pada waktu seterusnya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Jember dan Universitas Trunojoyo Bangkalan akan membuka program khusus ini guna memenuhi standar SDM Madura yang siap untuk mengisi pembangunan di Madura. Program pendidikannya meliputi antara lain teknik sipil, pertanian, peternakan dan periakanan.
Sementara itu Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo menyambut positip gagasan yang disampaikan HM. Noer dan timnya dan akan langsung ditindaklanjuti. Untuk itu Gubernur meminta seluruh tim yang hadir yaitu para akademisi yang terdiri dari para rektor, peneliti dan para pakar, untuk memberikan masukan dalam rangka pembangunan Madura pasca Jembatan Suramadu lewat program pendidikan kejuruan.
Dalam pesan dan sarannya, HM. Noer menekankan kepada Pemprov Jawa Timur untuk senantiasa memperhatikan para ulama dalam kajian bagaimana membangun Madura seutuhnya. Sedangkan Rektor ITS Moehammad Nur mengusulkan pentingnya juga di pesantren pesantren untuk meningkatkan ketrampilan secara praktisi tentang perikanan, pertanian, peternakan ataupun pertukangan. Pada kesempatan ini, wakil Bupati Bangkalan Ir H. Mahdol mengusulkan untuk dibangunnya pasar induk guna memasark
Sementara ini baru 30 mahasiswa yang menerima bea siswa untuk mengikuti program ini, yang dijaring darira lulusan SMU di Madura. Mereka siap untuk mengikuti program pendidikan di ITS. Pada waktu seterusnya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Jember dan Universitas Trunojoyo Bangkalan akan membuka program khusus ini guna memenuhi standar SDM Madura yang siap untuk mengisi pembangunan di Madura. Program pendidikannya meliputi antara lain teknik sipil, pertanian, peternakan dan periakanan.
Sementara itu Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo menyambut positip gagasan yang disampaikan HM. Noer dan timnya dan akan langsung ditindaklanjuti. Untuk itu Gubernur meminta seluruh tim yang hadir yaitu para akademisi yang terdiri dari para rektor, peneliti dan para pakar, untuk memberikan masukan dalam rangka pembangunan Madura pasca Jembatan Suramadu lewat program pendidikan kejuruan.
Dalam pesan dan sarannya, HM. Noer menekankan kepada Pemprov Jawa Timur untuk senantiasa memperhatikan para ulama dalam kajian bagaimana membangun Madura seutuhnya. Sedangkan Rektor ITS Moehammad Nur mengusulkan pentingnya juga di pesantren pesantren untuk meningkatkan ketrampilan secara praktisi tentang perikanan, pertanian, peternakan ataupun pertukangan. Pada kesempatan ini, wakil Bupati Bangkalan Ir H. Mahdol mengusulkan untuk dibangunnya pasar induk guna memasark
Sementara ini baru 30 mahasiswa yang menerima bea siswa untuk mengikuti program ini, yang dijaring dari para lulusan SMU di Madura. Mereka siap untuk mengikuti program pendidikan di ITS. Pada waktu seterusnya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Jember dan Universitas Trunojoyo Bangkalan akan membuka program khusus ini guna memenuhi standar SDM Madura yang siap untuk mengisi pembangunan di Madura. Program pendidikannya meliputi antara lain teknik sipil, pertanian, peternakan dan periakanan.
Sementara itu Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo menyambut positip gagasan yang disampaikan HM. Noer dan timnya dan akan langsung ditindaklanjuti. Untuk itu Gubernur meminta seluruh tim yang hadir yaitu para akademisi yang terdiri dari para rektor, peneliti dan para pakar, untuk memberikan masukan dalam rangka pembangunan Madura pasca Jembatan Suramadu lewat program pendidikan kejuruan.
Dalam pesan dan sarannya, HM. Noer menekankan kepada Pemprov Jawa Timur untuk senantiasa memperhatikan para ulama dalam kajian bagaimana membangun Madura seutuhnya. Sedangkan Rektor ITS Moehammad Nur mengusulkan pentingnya juga di pesantren pesantren untuk meningkatkan ketrampilan secara praktisi tentang perikanan, pertanian, peternakan ataupun pertukangan. Pada kesempatan ini, wakil Bupati Bangkalan Ir H. Mahdol mengusulkan untuk dibangunnya pasar induk guna memasarkan produk agrobisnis dan pasar induk ikan sewilayah Madura.
Hadir dalam pertemuan selama lebih dari satu para lulusan SMU di Madura. Mereka siap untuk mengikuti program pendidikan di ITS. Pada waktu seterusnya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Jember dan Universitas Trunojoyo Bangkalan akan membuka program khusus ini guna memenuhi standar SDM Madura yang siap untuk mengisi pembangunan di Madura. Program pendidikannya meliputi antara lain teknik sipil, pertanian, peternakan dan periakanan.
Sementara itu Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo menyambut positip gagasan yang disampaikan HM. Noer dan timnya dan akan langsung ditindaklanjuti. Untuk itu Gubernur meminta seluruh tim yang hadir yaitu para akademisi yang terdiri dari para rektor, peneliti dan para pakar, untuk memberikan masukan dalam rangka pembangunan Madura pasca Jembatan Suramadu lewat program pendidikan kejuruan.
Dalam pesan dan sarannya, HM. Noer menekankan kepada Pemprov Jawa Timur untuk senantiasa memperhatikan para ulama dalam kajian bagaimana membangun Madura seutuhnya. Sedangkan Rektor ITS Moehammad Nur mengusulkan pentingnya juga di pesantren pesantren untuk meningkatkan ketrampilan secara praktisi tentang perikanan, pertanian, peternakan ataupun pertukangan. Pada kesempatan ini, wakil Bupati Bangkalan Ir H. Mahdol mengusulkan untuk dibangunnya pasar induk guna memasarkan produk agrobisnis dan pasar induk ikan sewilayah Madura.
Hadir dalam pertemuan selama lebih dari satu setengah jam ini seperti Wagub Jatim Drs Soenaryo Msi, Sekwilda Pemprov Jatim- Soekarwo SH. M.Hum, Rektor ITS, Rektor Universitas Trunojoyo Bangkalan, Rektor Unibraw Malang, Bupati Pamekasan dan Tim Kajian Perencanaan Pembangunan Masyarakat Madura dari Universitas Negeri Jember. *(zein)